Volledig scherm
Archiefbeeld van Ezra Walian © Jasper Ruhe

RKC geeft aanwinst Walian niet vrij voor Aziatische Spelen

Indonesisch international Ezra Walian, die vandaag een huurcontract tekende bij RKC Waalwijk, krijgt van zijn nieuwe club geen toestemming om deel te nemen aan de Aziatische Spelen. Dat maakte de 20-jarige aanvaller vandaag bekend op Instagram.

Naar eigen zeggen verzocht Walian de RKC-directie tijdens de contractonderhandelingen om hem volgende maand tijdelijk af te staan aan de nationale ploeg, maar de aanvaller kreeg geen gehoor. ,,Ik begrijp het standpunt van RKC. Ik heb al een groot deel van de voorbereiding gemist en de coach wil dat ik me onmiddellijk bij het team voeg."

De Aziatische Spelen worden gehouden van zaterdag 18 augustus tot en met zondag 2 september gehouden in Jakarta, de hoofdstad van Indonesië. ,,Het spijt me Indonesië, ik ben verschrikkelijk verdrietig. Maar ik heb nog een lange weg te gaan en ik beloof jullie dat ik mezelf zal blijven ontwikkelen, zodat ik de komende tien of vijftien jaar voor Indonesië kan blijven uitkomen."

Huurcontract

Walian zette vanochtend zijn handtekening onder zijn RKC-contract. De vleugelaanvaller, een product uit de jeugdopleiding van Ajax, wordt voor een jaar gehuurd van Almere City.

1/2 Maaf Indonesia. Musim lalu merupakan masa-masa sulit bagi saya. Setelah bermain reguler di paruh musim pertama, saya kesulitan mendapat menit bermain pada paruh musim kedua. Musim ini, harapan baru datang bersama pelatih baru di Almere City. Namun setelah menjalani tiga pekan pra-musim, pelatih memberi tahu saya bahwa untuk pekan-pekan awal saya tidak akan menjadi starter. Saat ini saya masih berusia 20 tahun. Pada fase ini, saya ingin terus mengembangkan diri dengan bermain secara reguler. Dua pekan lalu, pihak klub pun menawarkan untuk meminjamkan saya ke RKC Waalwijk, klub yang juga berasal dari Jupiler League tapi punya sejarah panjang di dunia sepak bola. Pelatih kepala mereka, sangat menginginkan saya untuk bergabung. Kesempatan yang mungkin tidak akan datang dua kali dimana mereka memberikan garansi bermain sebagai starter. Tentu, seperti pemain lainnya saya harus membuktikan diri saya. Dalam proses negosiasi, saya sempat meminta izin kepada RKC untuk bermain di Asian Games 2018. Bagi saya membela Timnas Indonesia merupakan suatu kebanggaan yang tidak bisa dibandingkan dengan apapun. Namun RKC enggan melepas saya ke Asian Games. Salah satu alasannya adalah proses adaptasi. Saya bisa memahami maksud RKC. Saya sudah ketinggalan banyak masa pra-musim bersama mereka. Mereka ingin mengandalkan saya sejak awal musim yang akan dimulai pada tanggal 17 Agustus. Agar saya bisa cepat beradaptasi, pelatih ingin saya langsung mengikuti sesi latihan. Momen ketika Anda membaca tulisan ini saya sudah menjalani sesi latihan perdana saya di RKC. Tentu awalnya saya sempat ngotot untuk bermain di Asian Games 2018. Bermain untuk Indonesia di depan puluhan ribu penonton merupakan mimpi saya sejak kecil.

Een foto die is geplaatst door null (@ezrawalian) op